Minggu, 01 Februari 2009

Hancurnya Istana Mimpiku

Pagi itu semangatku terasa bagai lilin yang terbakar, harapanku bagai Istana pasir yang di terjang ombak, hingga ku merasa berdiri diatas karang di tengah lautan tak bertepi, tak ada harapan sama sekali. Banyak sekali pepatah yang mencoba menggambarkan kehancuran itu. Tak ku sangka akan ada badai yang membawa ombak dan memporakporandakan semuanya. aku tau angin itu sebenarnya baik, karena bisa membawa
perahu nelayan mengarungi samudra. akan tetapi disisi lain angin itu telah membunuh seseorang, ya memang angin itu tak bersalah, karena angin tak punya perasaan, dia hanya bisa berhembus, tak memperdulikan apa yang akan terjadi.

Kalau badai itu punya mata dan perasaan, dia akan melihat bahwa di sisi pulau itu ada seorang bocah kecil yang sedang merajut mimpi dengan membangun istana pasir. Badai itu juga tidak tahu kalau bocah kecil itu bermimpi suatu saat istana pasirnya akan menjadi kenyataan. Tapi malang sekali bocah itu, dia melihat betapa kejamnya badai yang membawa ombak itu telah menghacurkan mimpi-mimpi nya.

Terus apa yang akan di lakukan bocah itu? di berfikir, berfikir kalau dia merajut mimpinya kembali dengan membangun istana pasir di tepi pantai, suatu saat nanti pasti ombak itu datang lagi dan menghacurkanya lagi. Maka bocah itu meninggalkan pantai yang indah itu dan mencari tempat dimana tidak ada yang menghacurkannya mimpi-mimpinya lagi.

D'Journal buletin, D'journal magazine, Kampus Kita Magazine Selamat Tinggal. Selamat tinggal semuanya kini aku tak bisa lagi menghiasi mu. kalian harus seneng, karena aku yakin pasti ada yang lain yang bisa menggatikan posisiku untuk menghiasimu. menghiasi halamanmu dengan karya yang lebih baik dariku.

Sebenarnya aku menyesal jika harus meninggalkan tempat-tempat yang membesarkan ku selama ini. tapi ini sudah menjadi keputusan ku. Suatu keputusan yang saya anggap terbaik untuk melanjutkan ku menggapai semua angan dan cita-cita. Tak ku pedulikan apa kata mereka, sekarang ataupun nanti, Hinaan dan Celaan, Iba dan kasihan, aku sudah siap jika merekan mengatakan Saya Pecundang, saya Pengecut, kamu harus Semangat, kamu harus bangkit, kamu harus Kembali, kami Butuh kamu. saya sudah Ikhlas dengan Keputusanku.

Temen-temen Djournal, Ucoxs minta maaf ya. Mungkin suatu saat nanti aku kembali pada kalian, tapi di tempat dan lingkungan yang berbeda. tidak di tempat yang ku tinggalkan. Temen-temen gag usah nyari tau kenapa aku berlari dari tempat itu. ucoxs tidak marah sama kalian, ucoxs tetep sayang kalian semua. dan masih tetep ku anggep semua saudara. Oya Ucoxs ada pesen buat kalian, "kalian jangan pernah meremehkan atau menginjak2 prinsip dan idealisme seseorang ya". jangan anggap prinsip nya itu hanya bualan murahan. dan jangan pernah samakan antara prinsip dan sikap idealis.

Mas Imam sory ya, samapikan maaf ku ke temen2 jurnalistik. Ke adek-adek yang baru di lantik, ke Senior ,ke semua yang telah di besarkan di jurnalistik. masih ada kok tukang poto dan tukang layout yang lebih loyal ke Jurnalistik. Babang, Roy, Chendy, Sory ya aku harus meninggalkan kalian. aku yakin kok Kampus kita tetep ada walaupun tak ada ucox. Buat temen2 Kampoeng Otomotif aku minta maaf karena kalian juga kena imbasnya. Suatu saat kalau aku sudah tenang aku ceritakan ke kalian tentang kelanjutan Konsep itu. Buat temen2 Remote Kontrol Sory banget, dan semua tempat yang ku tinggalkan yang gag aku tulis aku minta maaf ya kalian semua tetep saudaraku.

Buat peri kecil, aku minta maaf dan juga terimakasih. andai kamu tahu, aku pernah bermimpi tentang mu tentang kita berdua. Tapi mimpi itu harus aku kubur, karena di setiap langkah dan keputusan mu aku selalu tersiksa, aku sakit jika meliaht mu berjalan......... Peri kecil tenang aja, walaupun aku tersiksa karena langkah dan keputusanmu, aku ikhlas karena bisa melihatmu tersenyum. Senyum mu manis banget, apalagi matamu. /Pangeran

7 komentar:

  1. bagus, semua orang punya kesempatan yang sama. Akan aku liat apakah sang penulis sudi berkunjung ke blogku yang masih newbis
    www.egaliter.co.cc

    liat aja ah. Saya yakin Silaturahmi lebih penting dari sekedar.........

    Mari jalin PEDULI, alangkah indah kita saling mengenal, selanjutnya terserah Anda

    www.egaliter.co.cc

    BalasHapus
  2. Istana mimpiku juga dah hancur cox...
    hehehe :)

    Semoga aku bisa kuat ngejalanin semuanya...

    Semangat!!!

    BalasHapus
  3. Buat
    sabda pangeran
    yang telah mengunjungi ku,

    Cinta tak harus
    saling memiliki
    bila cinta
    tak mungkin bersatu
    bila kita tak mungkin
    bersama
    ijinkan aku tetap
    menyayangimu

    maaf yg ini puisi contekan,
    dengan sumber yang belum jelas.


    salam,
    abdul SYAKUR

    BalasHapus
  4. hmmm....
    sepertinya ada sesuatu yang q tau (mungkin) walo hanya sedikit soal kepergianmu (halah)...
    yah,,,,asal2an sok tau aja!!

    walo kamu gak butuh kata2 penyemangat atao kata2 penghilang semangatmu,,,tapi aku tetep pengen bilang Semangat Cox!!!
    kamu nggak sendiri...
    ucox harus kuat!!
    aku juga harus kuat!! hehehe
    walo persoalanku gak seribet kamu...

    kita tetep dukung kamu kok cox...
    kalo itu keputusanmu yang terbaik,,,kita dukung kok (walo gak ikhlas)...
    pokoknya apa yang terbaik buat kamu, kau sendiri yang tau...
    Semangat!!!

    BalasHapus
  5. Salut, masih ada jurnalis foto yang masih menjunjung tinggi prinsip dan idealismenya...

    Anda mengingatkan saya kepada kakak saya yang punya profesi dan pengallaman yang sama seperti Anda... :)

    Tetap semangat!!!

    BalasHapus
  6. mz....

    sing mpun nggih mpun, wat belajar,
    da hikmah na,
    sing sabar dah!!!!

    -imizu-

    BalasHapus
  7. wah wah...sangat mengharu biru..

    BalasHapus

Recent Comment